IPB Pertahankan Anugerah IPTEK Widyapadhi 2018

IPB Pertahankan Anugerah IPTEK Widyapadhi 2018

Rektor IPB Menerima Piala Anugrah Widyapadi yang diserahkan oleh Menteri Ristekdikti

 

Setelah mendapatkan Anugerah Widyapadhi pada tahun 2017, pada puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-23 yang dilaksanakan di Pekanbaru, Riau pada 10 Agustus 2018, Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali menerima Anugerah IPTEK Widyapadhi 2018. Selama dua tahun berturut-turut IPB berhasil meraih Anugerah IPTEK Widyapadhi yang merupakan bentuk apresiasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) bagi Perguruan Tinggi yang telah melakukan upaya produksi penelitian dan pengembangan nasional menjadi produk inovasi, fasilitas pusat inovasi, lembaga training of trainer (TOT), lembaga inkubasi dan kerjasama dengan industri.

Anugerah IPTEK Widyapadhi 2018 diberikan kepada tiga perguruan tinggi, dimana urutan pertama diraih oleh IPB, tempat kedua diraih oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih tempat ketiga. Anugerah tersebut diterima langsung oleh Rektor IPB Dr Arif Satria dari Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Mohamad Nasir, disaksikan Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla, serta tokoh teknologi negeri ini, Prof BJ Habibie.

Rektor, Wakil Rektor IV dan Direktur Inovasi dan Kewirausahaan beserta kepala pusat berfoto bersama setelah menerima piala widyapadi.

 

Prestasi ini tidak terlepas dari peran serta seluruh warga IPB (tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa) yang terus berupaya tanpa lelah melakukan penelitian dan pengembangan serta mendorongnya menjadi suatu inovasi yang dapat diimplementasikan dan bermanfaat bagi masyarakat, industri, dan pembangunan Indonesia. Anugerah IPTEK Widyapadhi dinilai berdasarkan lima kriteria utama, yaitu aspek kebijakan, kelembagaan, jejaring, sumberdaya, dan hasil inovasi. Kelima aspek tersebut terus dikembangkan oleh IPB dalam rangka mendorong hasil penelitian dan pengembangannya agar menjadi suatu inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, industri, dan pembangunan Indonesia.

Beberapa inovasi IPB telah berdampak luas bagi masyarakat dan memberikan multiplier effect yang signifikan, diantaranya varietas tanaman Padi IPB 3S dan Pepaya Callina yang telah turut bekontribusi dalam peningkatan pendapatan petani dan daya saing bangsa. Begitu juga dengan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) yang dikembangkan IPB turut berkontribusi dalam upaya swasembada daging peningkatan kesejahteraan peternak. Selain itu, beberapa inovasi IPB telah diproduksi dalam skala industri maupun diadopsi oleh industri, seperti vaksin flu burung Bird Close 5.1, teknologi budidaya jenuh air untuk kedelai, functional food, dan lain-lain.

Terus berkarya IPB untuk Indonesia Mandiri dan Kreatif berbasis Inovasi. (MHW)

 

Unduh berita