Liker, Besutan Mahasiswa IPB Membangun Karakter Anak Sejak Dini melalui Permainan Edukatif

Liker, Besutan Mahasiswa IPB Membangun Karakter Anak Sejak Dini melalui Permainan Edukatif

Dunia anak selalu lekat dengan permainan. Saat ini anak-anak lebih gemar bermain games di komputer dan gadget, lebih senang menonton video dan televisi seharian. Dampak dari semua permainan tersebut, anak-anak kurang bersosialisasi dengan lingkungannya, kurang bergerak secara fisik mengeksplorasi alam.

Jika orang tua tidak pandai dan bijak mengatur penggunaan permainan-permainan berbasis teknologi tanpa pengawasan dan tanpa diimbangi dengan permainan yang menggerakkan seluruh indera tubuh, maka pertumbuhan dan perkembangan anak bisa terganggu. Bahkan penyimpangan moral anak yang marak terjadi juga bisa jadi akibat  kurangnya pengawasan terhadap penggunaan gadget. Oleh karena itu, beragam permainan alternatif harus tersedia di sekitar anak. Salah satunya dengan menyediakan alat bermain yang mampu mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, sosial, sekaligus karakternya.

Saat ini mainan anak kebanyakan diimpor dari Cina hingga mencapai 95% dari total mainan yang tersedia di pasar. Akan tetapi, mainan tersebut masih kurang terjamin keamanannya. Kebanyakan produk impor mainan tersebut tidak memenuhi Standar Nasional Indoneseia (SNI). Selain itu juga banyak produk mainan yang masih kurang mendidik dan hanya untuk hiburan semata.

Padahal banyak aspek pertumbuhan anak yang dapat dikembangkan dan distimulasi melalui permainan. Permainan anak yang mampu memberikan pendidikan kepada anak sering diistilahkan sebagai Alat Permainan Edukatif (APE). Permainan ini masih jarang ditemui dan harganya relatif mahal.

Berangkat dari persoalan tersebut, sekelompok mahasiswa dari Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) membuat alat permainan edukatif berbasis pendidikan karakter. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewiraushaan (PKM-K) 2018, sekelompok mahasiswa dari Fakultas Ekologi Manusia yaitu Mira Rahmawati, DwiIzhaty Afriandani, Naila Aliya Marhama, Silvi Kurnia Septiani, dan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan, Alwi Hadad  membangun usaha kreatif dengan membuat “Lingkaran Karakter (Liker)”. Suatu upaya menstimulasi moral anak sejak usia dini dengan memanfaatkan kain perca sebagai bahan dasar alat permainannya.

“Kami sangat prihatin dengan karakter moral anak saat ini yang mulia tergerus oleh arus globalisasi. Oleh karena itu kami memilih pendidikan karakter sebagai salah satu alternatif yang perlu dikembangkan”, tutur Mira, Ketua tim.

Hanya saja pendidikan karakter saat ini masih terfokus pada sekolah-sekolah dan belum sampai menjangkau masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu Mira dan timnya membuat media pendampingan orang tua atau Alat Permainan Edukatif (APE) berbasis pendidikan karakter untuk anak, teurtama untuk anak prasekolah dan sekolah dasar. Untuk menekan biaya produksi alat permaninan edukatif ini, mereka menggunakan bahan reuse, yaitu dengan memanfaatkan kain perca sebagai salah satu bahan baku.

APE yang dibuat oleh Mira dan timnya berbentuk lingkaran dengan dilengkapi alat penunjang lain yaitu kartu-kartu, puzzle dan papan emoticon yang dikemas dalam satu kantong yang praktis dan efisien.

“Di dalamnya terdiri dari satu paket alat permainan Liker yang terdiri dari papan lingkaran karakter, kartu start, kartu challenge, kartu reward, kartu bentuk bintang dan dan puzzle,” jelas Mira.

APE Liker buatan mahasiswa IPB tersebut dirancang untuk menstimulasi moral anak yang mencakup tiga aspek moral, yaitu moral knowing (pengetahuan moral), moral feeling (perasaan moral), dan moral acting (tindakan moral). (NA/Zul)

Sumber berita: ipb.ac.id