IPB Kembali Berikan Royalti kepada Para Inovator

IPB Kembali Berikan Royalti kepada Para Inovator

Apresiasi kepada para inovator kembali disampaikan oleh IPB dengan memberikan royalti atas pemanfaatan inovasi IPB secara komersial oleh PT Bogor Life Science Technology (BLST), yaitu Padi IPB 3S dan Pepaya Callina. Acara penyerahan royalti yang dikoordinasikan oleh Direktorat Inovasi dan Kekayaan Intelektual (DIK) IPB dilaksanakan pada Jum’at, 24 Mei 2019 di Ruang Rapat DITAPPMB Gd Andi Hakim Nasoetion lantai 1 Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Dalam sambutannya Prof Dr Erika Budiarti Laconi menyampaikan pentingnya memberikan penghargaan kepada para inovator sebagai penyemangat untuk terus berinovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. “Jangan hanya dilihat nilai besar atau kecilnya, karena ini merupakan salah satu bentuk penghargaan kepada innovator dan IPB akan terus berupaya mengejar royalti dari inovasi-inovasi lainnya yang telah diimplementasikan secara komersial”, demikian disampaikan oleh Prof Dr Erika Budiarti Laconi di dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, Dr Syarifah Iis Aisyah selaku Direktur Inovasi dan KI memaparkan secara ringkas capaian IPB di bidang inovasi dan ketentuan royalti yang berlaku di IPB. “Sesuai ketentuan yang berlaku di IPB, proporsi pembagian royalti adalah 40 % untuk Pihak yang menghasilkan (Inovator), 20% untuk Unit Kerja Pihak yang menghasilkan, dan 40 % untuk IPB”, demikian disampaikan oleh  Dr Syarifah Iis Aisyah. Ketentuan tersebut berdasarkan SK Rektor IPB Nomor 065/2006 Tentang Perubahan SK Nomor 209/2004 Tentang Pedoman Pengelolaan KI di IPB.

Hadir juga menyaksikan penyerahan royalti tersebut Sekretaris LPPM IPB, Prof Dr M. Faiz Syuaib, Wakil Dekan Bidang Sumberdaya Kerjasama dan Pengembangan Fakultas Pertanian, Dr Ahmad Junaedi, Direktur Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan, Dr Jaenal Effendi, Kepala Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT), Dr Awang Maharijaya, dan anggota tim inovator dari tim pepaya Callina dan IPB3S. Kasubdit Pengelolaan dan Komersialisasi Inovasi, Dr Rosa Yusfihandayani dan Kasubdit Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual; Dr I Ketut Mudite Adnyane.

Secara simbolis royalti diserahkan oleh Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Kewirausahaan, Prof Dr Erika Budiarti Laconi kepada dua orang perwakilan tim inovator IPB, yaitu Dr Hajrial Aswidinnoor untuk inovasi Padi IPB 3S dan Dr Enisar Sangun yang mewakili Prof Dr Sriani Sujiprihati (almh) untuk inovasi Pepaya Callina. Padi IPB 3S dan pepaya Callina telah dimanfaatkan secara luas di masyarakat, bahkan beberapa pihak memberikan nama pepaya California untuk pepaya Callina. “Dulu almarhumah Prof Dr Sriani Sujiprihati punya cita-cita ingin menggantikan produk buah dari Bangkok dan alhamdulillah saat ini tercapai. Sekarang produk-produk buah Bangkok sudah mulai tergantikan, pepaya Bangkok kalah dari pepaya Callina”, kata Dr Enisar Sangun yang juga suami Prof Dr Sriani Sujiprihati (almh). “Kami berharap berikutnya akan muncul Durian IPB, Alpukat IPB, dan lain-lain”, sambung Prof Dr Erika Budiarti Laconi.

Sebagai penutup acara, Prof Dr Erika Budiarti Laconi menekankan kembali bahwa royalti ini merupakan bentuk penghargaan atas inovasi yang dihasilkan oleh para inovator. Pemberian apresiasi kepada para inovator atas royalti yang diraih, diharapkan dapat memacu semangat inovator lain di lingkungan IPB untuk lebih mengembangkan inovasinya. Beliau juga menyampaikan bahwa ke depan, IPB tidak hanya fokus pada jumlah inovasi, tetapi pada kualitas. (MHW)