IPB Menyelenggarakan Workshop Pengembangan Sistem Technology Readiness Level (TRL) dan Valuasi Paten

DSC_0151

(Bogor, 15/07) Direktorat Riset dan Inovasi Institut Pertanian Bogor (DRI IPB) menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengembangan Sistem Technology Readiness Level (TRL) dan Valuasi Paten pada Selasa, 15 Juli 2014 di Ruang Sidang Senat, Gedung Andi Hakim Nasoetion Lt.6 Kampus IPB Dramaga, Bogor. Workshop ini bertujuan untuk mensosialisasikan sistem TRL sebagai alat untuk mengetahui kesiapan inovasi/teknologi yang akan diaplikasikan ke industri dan mengetahui metode penilaian (valuasi) paten (inovasi) IPB untuk mengetahui besar nilai aset dari paten IPB.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor Riset dan Kerjasama, Prof. Anas M. Fauzi yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sistem TRL sebagai alat dalam membantu peneliti maupun institusi IPB untuk menentukan dan mengarahkan penelitian yang dilakukan IPB. Para peneliti IPB diharapkan mempunyai arah yang jelas dalam melakukan penelitiannya, apakah untuk tujuan publikasi atau ke arah inovasi yang menuju komersialisasi atau keduanya. Workshop ini baru tahap awal pengembangan sistem TRL di IPB yang mungkin akan perlu waktu 2-3 tahun ke depan sampai siap diaplikasikan di lingkungan IPB.

Dalam workshop yang dimoderatori oleh Dr. drh. Deni Noviana (Kepala Subdit HKI dan Inovasi DRI IPB), IPB mengundang 2 (dua) nara sumber, yaitu Dr. Eng. Taufik Djatna dan Ir. Ahdiar Romadoni, MBA. Pembicara pertama yaitu Dr. Eng. Taufik Djatna dari Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian IPB menyampaikan tentang sistem TRL.  TRL merupakan salah satu sistem yang telah berhasil diterapkan oleh NASA untuk mengetahui kesiapan teknologi sebelum masuk ke industri. Sebelum workshop ini diselenggarakan, telah dilakukan ujicoba sistem TRL pada 5 inventor IPB yang mewakili bidang pertanian, pangan, obat-obatan, perikanan, dan pupuk hayati.Pembicara kedua, Ir. Ahdiar Romadoni, MBA dari Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (LPIK ITB) menyampaikan tentang valuasi paten. Valuasi paten sangat penting dilakukan untuk mengetahui besaran aset yang dimiliki oleh IPB. Seperti yang diketahui, IPB memiliki 282 paten dalam status pendaftaran, 66 paten granted serta 234 Inovasi Prospektif versi Business Innovation Center.

Workshop ini dihadiri oleh 43 peserta yang terdiri atas Dekan Fakultas, Ketua Departemen, Kepala Pusat Penelitian, beberapa pimpinan Direktorat IPB serta inovator IPB.  Dengan dilaksanakannya workshop ini, diharapkan dapat memberikan semangat bagi peneliti IPB untuk mengembangkan arah penelitiannya serta mampu memberikan masukan bagi pengembangan sistem TRL yang sesuai dengan karakter inovasi atau teknologi yang dihasilkan IPB dan menjadi masukan bagi IPB dalam melakukan valuasi paten dengan metode yang tepat. (Aziz)