Lisensi Teknologi Permen Cajuput: langkah maju IPB dalam upaya komersialisasi inovasi

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali membuktikan eksistensinya dalam meningkatkan daya saing bangsa melalui penelitian yang menghasilkan nilai tambah bagi institusi dan perekonomian Indonesia. Pada 6 Juni 2014, IPB melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama aplikasi teknologi (lisensi teknologi) permen cajuput (permen berbahan dasar minyak kayu putih) dengan PT. Wahana Karya Inovasi (WKI) di IPB International Convention Center (IPBICC). Penandatanganan perjanjian kerjasama ini dilakukan oleh Wakil Rektor IPB bidang Sarana dan Bisnis, Dr. Arif Imam Suroso dan Komisaris Utama PT WKI, Bapak Tanu Sutomo. Acara ini juga dihadiri oleh Direktur Riset dan Inovasi, Prof. Dr. Iskandar Z. Siregar, ketua tim Inventor Cajuput Candy, Prof. Hanny Wijaya, Direktur Utama PT. BLST IPB, Dr. Meika Syahbana Rusli,  dan Direktur PT. WKI, Bapak Pudjianto. Pada kesempatan tersebut, ditandatangani 3 (tiga) perjanjian kerjasama, yaitu 1) aplikasi teknologi permen cajuput original, 2) aplikasi teknologi permen cajuput non sukrosa, dan 3) aplikasi teknologi permen cajuput rasa buah.

Lisensi teknologi merupakan salah satu bentuk komersialisasi teknologi yang dilakukan oleh IPB. Selama ini IPB banyak menggunakan bentuk new venture/business (memulai usaha atau bisnis baru) yang skala produksinya masih terbatas (kecil). Beberapa new venture/business yang telah dilakukan oleh unit kerja di IPB antara lain PT. Biofarindo oleh Pusat Studi Biofarmaka, F-Technopark oleh Fakultas Teknologi Pertanian, Unit Usaha Pengolahan Susu D-Farm di Fakultas Peternakan, dan lain-lain. Dengan bentuk lisensi, IPB akan memperoleh sejumlah royalti yang manfaatnya akan dirasakan oleh institusi dan peneliti terkait. Dengan penandatanganan kerjasama lisensi ini diharapkan menjadi awal success story IPB yang dapat memacu inventor lain untuk terus berkarya dan menghasilkan karya inovasi yang dapat diaplikasikan langsung ke Industri.