Pelatihan Biosafety dan Biosecurity bagi Laboran

 Biosafety upload

Apakah kita tahu bahaya apa saja yang mengincar kita selama berada di dalam laboratorium? Organisme beserta toksin, radiasi, hewan, bahan kimia dan fisika bisa memberikan risiko bahaya kepada pengguna laboratorium. “Working safely is like breathing, if you don’t, you die,” inilah moto yang harus dipegang teguh oleh laboran, peneliti, dan pengguna laboratorium lainnya. Semakin banyaknya risiko baru yang dihadapi pekerja dan pengguna laboratorium mendorong Direktorat Riset dan Inovasi IPB menggelar Pelatihan Biosafety Principles and Practices, 20-21/5. Acara ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru kepada laboran-laboran IPB saat melayani masyarakat mikrobiologi dan biomedis.

Biosafety adalah suatu disiplin dalam penanganan dan sistem kontainmen terhadap mikroorganisme menular dan bahan biologi berbahaya. Prinsip-prinsip biosafety yang diperkenalkan dalam pelatihan ini adalah sistem kontainmen laboratorium dan penilaian risiko yang meliputi dasar-dasar sistem kontainmen termasuk praktek dan teknik laboratorium yang benar, peralatan keselamatan, fasilitas yang melindungi pekerja laboratorium, lingkungan, dan masyarakat dari terpaparnya mikroorganisme menular. “Saat ini kita hidup di era ketidakpastian dan perubahan.  Agen infeksi dan penyakit baru telah muncul. Selain itu, terjadi peningkatan jumlah orang yang bekerja dengan agen infeksi di riset publik maupun swasta, kesehatan masyarakat, laboratorium klinis dan diagnostik, juga fasilitas penelitian satwa. Bahkan di dunia telah muncul ancaman-ancaman baru bioterorisme. Untuk alasan inilah, penting bagi IPB maupun direksi laboratorium untuk mengevaluasi dan memastikan efektivitas program keamanan hayati mereka, kemahiran pekerjanya serta kemampuan peralatan, fasilitas dan praktik menajemen untuk menyediakan kontainmen dan keamanan agen mikrobiologi,” terang Prof.Dr. Iskandar Z. Siregar, Direktur Riset dan Inovasi IPB.

Demikian pula, individu yang bekerja menangani mikroorganisme harus memahami kondisi kontainmen dimana agen infeksi dapat dengan aman dimanipulasi. “Penerapan pengetahuan dan penggunaan teknik dan peralatan yang tepat akan memungkinkan komunitas mikrobiologi dan biomedis mencegah terpaparnya individu, laboratorium dan lingkungan terhadap agen menular atau berpotensi biohazards,” tambahnya.

Kesempatan ini sangat penting manfaatnya bagi civitas akademika IPB. Salah satu peserta yakni Dr. drh. Sri Estuningsih yang sudah mengabdi di IPB selama 23 tahun mengatakan kegiatan ini sangat bagus dan penting sehingga diharapkan dapat digelar setiap tiga tahun sekali. “Selain itu perlu juga diciptakan ruang diskusi khusus untuk sharing bagi yang sudah menerapkan biosafety dan biosecurity atau dilakukan studi banding. Ajang ini selain menambah wawasan juga bisa menambah network,” ujar staf pengajar dan peneliti di Fakultas Kedokteran Hewan IPB ini.

Sebagai narasumber, Dr. drh. Diah Iskandriati, Kepala Fasilitas Penelitian di Pusat Studi Satwa Primata IPB yang juga Koordinator Program Asosiasi Biorisiko Indonesia. Narasumber lainnya adalah Dr. dr. Budiman Bela, Sp.MK(k), Sekretaris I Asosiasi Biorisiko Indonesia dan Vice Director for Science, Institute of Human Virology and Cancer Biology Universitas Indonesia.(zul)

Sumber: PARIWARA IPB/ Mei 2014/ Volume 88