Roundtable Discussion Persuteraan Alam: Mengangkat Potensi Sukamantri sebagai Silk Innovation Center

DSC_0022

Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) IPB menyelenggarakan Roundtable Discussion Persuteraan Alam dengan tema “Mengangkat Potensi Sukamantri sebagai Silk Innovation Center” pada 24 November 2014 bertempat di Meeting Room Bogor Life Science and Technology (BLST), Taman Kencana- Bogor. Peserta diskusi berasal dari instansi yang terkait dengan sutera alam, seperti dari BPA Sulawesi Selatan, pengamat dan peneliti sutera alam dari IPB, badan penelitian (SEAMEO BIOTROP), dan LPPM IPB.

Diskusi dibuka oleh Direktur Riset dan Inovasi, Prof. Dr. Iskandar Z. Siregar. Beliau menyampaikan bahwa Sutera Alam merupakan Cluster Riset kecil di IPB dan harapannya akan menjadi Cluster yang besar. Beliau juga berharap ada kesepakatan visi dan strategi ke depan Teaching Farm Sukamantri apabila akan menjadi Silk Innovation Center.

Diskusi menghadirkan empat orang narasumber dari berbagai instansi, beliau adalah Dr. Ery Indrawan dari Dit. Bina Perhutanan Sosial Kemenhut dengan materi “Peran pemerintah dalam mendukung Pengembangan Persuteraan Alam”; Prof. Clara M. Kusharto dari IPB sebagai pengelola Teaching Farm Sukamantri dengan materi “Pengalaman Empiris Membangun TFSA sebagai Silk Innovation Centre”; Budi Prihanto, MS. dari Hutan Pendidikan Gunung Walat IPB dengan materi “Potensi dan Revitalisasi Kebun Sukamantri- Belajar dari Pengalaman Gunung Walat”; dan  Drh. FX Koesharto dari pihak pemasaran.

Dari diskusi tersebut dapat disimpulkan bahwa banyak perusahaan sutera alam yang tidak berkembang di Indonesia karena tidak adanya penyebaran penghasilan dari hulu ke hilir. Kemudian Teaching Farm Sukamantri masih memerlukan pengkajian terkait pemetaan potensi Teaching Farm Sukamantri dari hulu ke hilir, serta akan segera dibuat roadmap/ white paper mengenai pusat informasi pengembangan sutera alam sebagai Silk Innovation Center.